
MOBILID- Bagi masyarakat Surabaya yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari, ukuran mobil menjadi salah satu pertimbangan penting. Mobil yang terlalu besar bisa terasa merepotkan ketika harus melewati jalan perkotaan yang padat atau mencari area parkir, sementara mobil yang terlalu kecil belum tentu memberikan posisi duduk dan fleksibilitas kabin seperti yang diharapkan dari sebuah SUV.
Di tengah kebutuhan tersebut, Chery Tiggo Cross CSH hadir sebagai SUV kompak dengan teknologi hybrid. Mobil ini memiliki panjang 4.330 mm serta menggabungkan mesin 1,5 liter dengan sistem motor listrik dalam teknologi Chery Super Hybrid (CSH). Output sistemnya mencapai 204 PS dengan torsi 310 Nm.
Lantas, seberapa praktis Chery Tiggo Cross untuk digunakan sehari-hari di Surabaya? Berikut beberapa aspek yang menarik untuk diperhatikan.
1. Dimensi Kompak Memudahkan Mobilitas di Perkotaan
Salah satu hal yang langsung berkaitan dengan kepraktisan adalah ukuran bodi. Chery Tiggo Cross CSH memiliki panjang 4.330 mm sehingga masih berada pada ukuran yang relatif kompak untuk sebuah SUV.
Dimensi seperti ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang lebih sering melakukan aktivitas di area perkotaan. Ketika mobil digunakan untuk pergi bekerja, berbelanja, mengantar keluarga, atau menjalankan berbagai aktivitas lainnya, kemampuan bermanuver menjadi hal yang cukup penting.
Di Surabaya, mobil bisa digunakan untuk berbagai karakter perjalanan, mulai dari jalan utama yang ramai hingga ruas jalan yang lebih kecil. Karena itu, SUV dengan dimensi yang tidak terlalu besar dapat memberikan fleksibilitas tersendiri.
Selain itu, posisi duduk khas SUV membuat pengemudi mendapatkan pandangan ke depan yang berbeda dibandingkan mobil berpostur rendah. Kombinasi dimensi kompak dan posisi berkendara tersebut menjadi salah satu aspek yang bisa dipertimbangkan untuk mobilitas sehari-hari.
2. Teknologi Hybrid Tidak Membutuhkan Charging Eksternal
Salah satu perbedaan penting Tiggo Cross CSH dengan mobil listrik murni adalah sistem penggeraknya. Mobil ini menggunakan teknologi hybrid yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan baterai hybrid.
Chery menjelaskan bahwa Tiggo Cross CSH menggunakan mesin bensin 1,5 liter dengan sistem Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission, serta Dedicated Hybrid Battery. Sistem tersebut dirancang untuk mengatur penggunaan tenaga mesin dan motor listrik sesuai kondisi berkendara.
Menariknya, Tiggo Cross CSH merupakan hybrid konvensional dan tidak perlu dicolokkan ke charger eksternal seperti kendaraan plug-in hybrid. Baterai mendapatkan energi dari sistem kendaraan selama mobil digunakan.
Hal tersebut dapat menjadi faktor kepraktisan bagi pengguna Surabaya yang belum memiliki akses charging di rumah. Pengemudi cukup memperhatikan kebutuhan bahan bakar seperti pada mobil hybrid non-plug-in lainnya tanpa harus membuat rutinitas pengisian daya dari sumber listrik eksternal.
3. Sistem Hybrid Relevan untuk Kondisi Stop-and-Go
Aktivitas harian di perkotaan tidak selalu berlangsung dalam kondisi jalan lancar. Ada kalanya kendaraan harus berjalan pelan, berhenti, kemudian kembali bergerak.
Dalam kondisi seperti ini, sistem hybrid dapat membantu mengatur penggunaan tenaga. Chery menyebut bahwa pada kecepatan rendah 0–60 km/jam, Tiggo Cross CSH dapat beroperasi menggunakan mode EV murni pada kondisi tertentu. Sistem hybrid kemudian mengatur perpindahan antara tenaga listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan.
Karakter tersebut membuat teknologi hybrid menjadi salah satu bagian penting dari kepraktisan mobil untuk aktivitas perkotaan. Pengemudi tidak harus secara manual menentukan kapan mesin bensin atau motor listrik digunakan karena sistem kendaraan yang mengaturnya.
Chery juga mencantumkan konsumsi bahan bakar hingga sekitar 1:25 pada halaman modelnya. Namun, angka konsumsi bahan bakar dalam penggunaan sehari-hari tetap dapat berbeda tergantung kondisi lalu lintas, gaya berkendara, beban kendaraan, kondisi jalan, dan faktor lainnya.
4. Tenaga 204 PS Memberikan Cadangan Performa
Praktis bukan berarti hanya berkaitan dengan ukuran mobil dan efisiensi. Performa juga berpengaruh ketika kendaraan digunakan untuk aktivitas harian.
Tiggo Cross CSH mempunyai output sistem hingga 204 PS dan torsi 310 Nm. Chery mencantumkan kemampuan akselerasi 0–100 km/jam sekitar 8 detik.
Angka tersebut memberikan gambaran bahwa mobil ini tidak hanya ditujukan untuk berjalan santai di dalam kota. Ketika membutuhkan akselerasi, misalnya saat berpindah lajur atau memasuki jalan yang lebih terbuka, kombinasi mesin dan motor listrik dapat menyediakan respons yang cukup untuk kebutuhan tersebut.
Bagi pengguna yang sesekali membawa mobil keluar kota dari Surabaya, karakter performa seperti ini juga dapat menjadi pertimbangan tambahan. Meski demikian, angka performa bukan berarti pengemudi harus selalu menggunakan tenaga maksimal. Dalam pemakaian sehari-hari, gaya berkendara tetap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsumsi energi.
5. Kabin Dilengkapi Fitur untuk Aktivitas Harian
Kepraktisan sebuah mobil juga ditentukan oleh apa yang tersedia di dalam kabin. Tiggo Cross CSH memiliki dua layar berukuran 10,25 inci yang menjadi bagian dari sistem digital di dashboard.
Mobil ini juga dilengkapi konektivitas wireless Apple CarPlay dan Android Auto, Intelligent Online Vehicle atau IoV, serta intelligent voice command. Fitur-fitur tersebut dapat membantu pengemudi mengakses fungsi tertentu dan menghubungkan perangkat selama perjalanan.
Untuk penggunaan harian, konektivitas smartphone menjadi salah satu fitur yang cukup relevan. Pengemudi dapat memanfaatkan sistem tersebut untuk kebutuhan navigasi, hiburan, maupun komunikasi yang kompatibel.
Terdapat pula ambient light dengan pilihan warna, wireless charging, pengaturan jok elektrik, serta AC yang mendukung kenyamanan penumpang. Fitur-fitur tersebut memang bukan faktor utama dalam menentukan kemampuan mobil bergerak, tetapi dapat memengaruhi pengalaman ketika kendaraan digunakan setiap hari.
6. Kamera dan ADAS Membantu Saat Berkendara
Surabaya memiliki berbagai kondisi lalu lintas yang membuat pengemudi perlu memperhatikan kendaraan di sekitar. Karena itu, fitur keselamatan dan bantuan berkendara menjadi aspek lain yang menarik dari Tiggo Cross CSH.
Chery menyebut mobil ini memiliki hingga 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS). Beberapa di antaranya adalah Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Lane Departure Warning, Blind Spot Detection, Rear Cross-Traffic Alert, Traffic Jam Assistance, serta kamera 360 derajat.
Kamera 360 derajat juga dapat membantu ketika kendaraan harus masuk atau keluar dari area parkir. Ini cukup relevan untuk penggunaan perkotaan karena ruang parkir tidak selalu luas dan kondisi sekitar mobil bisa cukup ramai.
Namun, fitur ADAS tetap merupakan sistem bantuan. Pengemudi tetap harus memperhatikan jalan, kendaraan lain, pejalan kaki, dan kondisi sekitar.
Untuk perlindungan penumpang, Chery mencantumkan konfigurasi hingga tujuh airbag pada varian tertentu, sementara struktur bodinya menggunakan konsep high-rigidity vehicle body. Halaman resmi model juga mencantumkan klaim peringkat keselamatan ANCAP lima bintang.
7. Mode Berkendara Bisa Disesuaikan dengan Kondisi
Tiggo Cross CSH juga menawarkan beberapa mode berkendara. Chery menjelaskan bahwa mode tersebut dirancang agar karakter kendaraan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk perjalanan di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.
Keberadaan mode berkendara dapat memberikan pilihan kepada pengguna ketika kondisi perjalanan berubah. Misalnya, perjalanan pagi menuju tempat kerja dapat memiliki karakter berbeda dibandingkan perjalanan akhir pekan keluar kota.
Sistem hybrid kemudian mengatur kombinasi tenaga sesuai mode dan kondisi kendaraan. Bagi pengguna yang baru berpindah dari mobil konvensional ke hybrid, karakter pengoperasiannya mungkin membutuhkan sedikit waktu untuk dipahami. Namun, pengemudi tidak perlu mengoperasikan sistem hybrid secara manual.
8. Bagaimana dengan Kepraktisan Parkir?
Ukuran menjadi salah satu alasan SUV kompak menarik untuk penggunaan perkotaan. Panjang Tiggo Cross CSH yang mencapai 4.330 mm masih membuatnya berada pada kategori SUV yang cukup mudah dipertimbangkan untuk penggunaan harian.
Fitur kamera 360 derajat juga membantu memberikan gambaran area di sekitar kendaraan ketika melakukan manuver. Pengemudi tetap perlu memperhatikan spion dan kondisi aktual di sekitar mobil, tetapi kamera dapat menjadi alat bantu tambahan.
Hal ini terutama berguna ketika mobil digunakan untuk aktivitas seperti pergi ke pusat perbelanjaan, kantor, restoran, atau tempat lain dengan area parkir yang cukup padat.
9. Apakah Cocok untuk Penggunaan Harian di Surabaya?
Jika melihat berbagai aspek tersebut, Chery Tiggo Cross CSH memang memiliki sejumlah karakter yang relevan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan. Dimensinya relatif kompak, sistem hybrid tidak membutuhkan charging eksternal, dan teknologi hybrid dirancang untuk membantu efisiensi penggunaan bahan bakar.
Di sisi lain, tenaga hingga 204 PS dan torsi 310 Nm membuatnya tidak hanya berorientasi pada efisiensi. Fitur seperti wireless smartphone connectivity, voice command, kamera 360 derajat, serta berbagai ADAS juga menambah fungsi yang dapat digunakan dalam perjalanan sehari-hari.
Untuk pasar Surabaya sendiri, Chery juga pernah menghadirkan Tiggo Cross CSH secara regional melalui GIIAS Surabaya. Pada ajang tersebut, Chery membawa Tiggo Cross CSH bersama beberapa model elektrifikasi lainnya untuk masyarakat Jawa Timur.
10. Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
Meski memiliki banyak fitur, calon pembeli tetap perlu menyesuaikan mobil dengan kebutuhan pribadi. Jika penggunaan sehari-hari hanya membutuhkan kendaraan berukuran kecil untuk satu atau dua orang, SUV kompak mungkin bukan satu-satunya pilihan.
Sebaliknya, bagi pengguna yang menginginkan posisi berkendara ala SUV, ruang yang lebih fleksibel, teknologi hybrid, dan fitur bantuan berkendara, Tiggo Cross CSH dapat dimasukkan ke dalam daftar kendaraan yang perlu dipertimbangkan.
Calon pembeli juga sebaiknya melakukan test drive secara langsung. Hal ini penting untuk merasakan posisi duduk, visibilitas, karakter kemudi, respons pedal akselerator, kenyamanan suspensi, hingga kemudahan melakukan parkir.
Dari sisi harga, situs resmi Chery saat ini mencantumkan Tiggo Cross CSH mulai dari Rp339,8 juta OTR Jakarta. Harga untuk Surabaya dapat berbeda karena mengikuti wilayah dan kebijakan dealer yang berlaku, sehingga calon pembeli sebaiknya meminta penawaran terbaru dari dealer Chery di Surabaya.
Chery Tiggo Cross CSH menawarkan kombinasi antara dimensi SUV yang relatif kompak, teknologi hybrid tanpa kebutuhan charging eksternal, performa 204 PS, serta berbagai fitur yang mendukung aktivitas harian.
Untuk pengguna di Surabaya, kepraktisan mobil ini tidak hanya berasal dari ukurannya. Sistem hybrid dapat membantu menghadapi pola berkendara perkotaan, sementara kamera 360 derajat, ADAS, konektivitas smartphone, dan fitur kenyamanan lainnya membuat kendaraan lebih siap digunakan untuk rutinitas sehari-hari.
Namun, keputusan membeli tetap sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Pertimbangkan jarak tempuh harian, jumlah penumpang, kebutuhan bagasi, tempat parkir, gaya berkendara, serta biaya kepemilikan. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, pembaca MobilID dapat melihat apakah karakter Chery Tiggo Cross CSH benar-benar sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari di Surabaya.