
Titik buta atau blind spot adalah area di sekitar mobil yang tidak dapat terlihat langsung oleh pengemudi maupun melalui spion standar. Di sinilah Blind Spot Monitoring bekerja sebagai indera tambahan yang tidak pernah berkedip.
Berbeda dengan kamera 360° yang menggunakan lensa, sistem BSM biasanya mengandalkan sensor radar gelombang mikro yang tersembunyi di balik bemper belakang, tepatnya di bagian sudut kiri dan kanan.
Cara Kerja BSM dalam Tiga Tahap:
Pemindaian Terus-Menerus: Saat mobil melaju di atas kecepatan tertentu, sensor radar akan memancarkan gelombang ke samping dan belakang mobil untuk mendeteksi keberadaan objek logam besar (kendaraan lain).
Peringatan Visual: Jika sensor mendeteksi ada kendaraan di jalur sebelah yang masuk ke area titik buta Anda, sebuah simbol lampu (biasanya berwarna kuning atau oranye) akan menyala di kaca spion samping atau di pilar A.
Peringatan Audio: Jika Anda menyalakan lampu sein untuk berpindah jalur sementara masih ada kendaraan di titik buta tersebut, sistem akan memberikan peringatan lebih agresif berupa suara beep atau getaran pada setir untuk mencegah terjadinya tabrakan.
Di tahun 2026, fitur ini telah berevolusi menjadi Blind Spot Collision-Avoidance Assist. Jika pengemudi mengabaikan peringatan dan tetap mencoba pindah jalur, sistem secara otomatis dapat melakukan pengereman sedikit pada roda di sisi berlawanan atau mengoreksi setir untuk mengembalikan mobil ke jalur yang aman.