
Banyak orang mengira headrest adalah fitur kenyamanan untuk beristirahat. Namun, nama teknis yang sebenarnya adalah Head Restraint (Penahan Kepala). Fungsi utamanya adalah mencegah terjadinya Whiplash, yaitu cedera leher serius akibat kepala yang terhentak ke belakang secara mendadak saat mobil ditabrak dari belakang.
Di tahun 2026, teknologi Active Headrest menjadi standar di banyak mobil menengah ke atas. Sistem ini bekerja menggunakan sensor tabrakan atau tekanan punggung pada jok. Saat terjadi benturan dari belakang, headrest akan secara otomatis bergerak maju dan ke atas dalam hitungan milidetik untuk menyangga kepala Anda lebih cepat, sehingga jarak antara kepala dan sandaran menjadi nol. Ini secara drastis mengurangi risiko patah tulang leher atau saraf terjepit.
Agar berfungsi maksimal, pengaturan posisi adalah kunci. Bagian tengah headrest harus sejajar dengan bagian atas telinga Anda, dan jarak antara bagian belakang kepala dengan headrest tidak boleh lebih dari 4 cm (sekitar selebar dua jari). Jika posisi headrest terlalu rendah, ia justru bisa bertindak sebagai "pengungkit" yang membahayakan leher saat terjadi benturan. Selain itu, beberapa mobil modern kini melengkapi headrest dengan speaker terintegrasi untuk memberikan pengalaman audio personal tanpa mengganggu penumpang lain.