
Sistem Power Steering dirancang untuk membantu pengemudi memutar roda depan dengan beban minimal. Saat ini, ada dua teknologi utama yang digunakan pada mobil BBM maupun listrik.
1. Hydraulic Power Steering (HPS)
Sistem ini menggunakan tekanan cairan (oli) yang dipompa oleh mesin untuk meringankan putaran stir.
Kelebihan: Memberikan feedback atau rasa berkendara yang lebih alami dan "komunikatif" ke tangan pengemudi. Sangat disukai oleh para pecinta performa karena pengemudi bisa merasakan tekstur jalan di setir.
Kekurangan: Membebani kerja mesin karena pompa oli terus berputar mengikuti putaran mesin, sehingga sedikit lebih boros BBM. Memerlukan perawatan rutin berupa penggantian oli power steering dan rawan bocor pada bagian sil-nya.
2. Electric Power Steering (EPS)
EPS tidak menggunakan oli, melainkan motor listrik yang langsung membantu memutar kolom kemudi berdasarkan perintah sensor.
Kelebihan: Lebih efisien karena motor listrik hanya bekerja saat setir diputar, sehingga membantu menghemat konsumsi BBM. Perawatannya hampir tidak ada (bebas perawatan oli). Selain itu, tingkat "ringannya" setir bisa diatur secara otomatis mengikuti kecepatan mobil.
Kekurangan: Jika motor listrik atau sensornya rusak, biaya penggantian komponen biasanya lebih mahal dibandingkan sistem hidrolik. Rasa berkendara terkadang terasa agak "mati rasa" bagi sebagian orang.
Perawatan Sistem Kemudi Agar Tetap Awet
Hidrolik (HPS)
Perawatan utama : Cek level oli secara rutin dan ganti setiap 40.000 KM.
Tanda jika ada kerusakan : Setir terasa berat atau muncul suara mendengung saat berbelok.
Elektrik (EPS)
Perawatan utama : Pastikan tegangan aki stabil dan kondisi kabel-kabel sensor aman.
Tanda jika ada kerusakan : Muncul indikator "EPS" di dashboard atau setir terasa kaku tiba-tiba.