Kebiasaan Sepele Saat Mengemudi yang Ternyata Bisa Bikin Komponen Mobil Cepat Rusak dan Menguras Kantong - Mobil.id

Kebiasaan Sepele Saat Mengemudi yang Ternyata Bisa Bikin Komponen Mobil Cepat Rusak dan Menguras Kantong


HomeBlog

Tips Mobil
Kebiasaan Sepele Saat Mengemudi yang Ternyata Bisa Bikin Komponen Mobil Cepat Rusak dan Menguras Kantong
Penulis 10

Bagi banyak orang, mengendarai mobil sudah menjadi bagian dari rutinitas harian yang dilakukan secara otomatis. Saking terbiasanya, kita sering kali melakukan berbagai tindakan di balik kemudi tanpa benar-benar memikirkan dampaknya terhadap kesehatan kendaraan. Kita merasa bahwa selama mobil rutin diganti olinya dan diisi bahan bakarnya, maka semuanya akan baik-baik saja dalam jangka waktu yang lama.

Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Gaya berkendara dan kebiasaan kecil yang kamu lakukan setiap hari justru memegang peranan yang sangat besar dalam menentukan umur pakai dari bagian bagian mobil. Banyak kasus kerusakan dini pada komponen mesin mobil atau sistem transmisi bukan disebabkan oleh cacat produksi, melainkan karena akumulasi dari kebiasaan mengemudi yang keliru. Yuk, kita bahas bersama beberapa kebiasaan sepele yang tanpa sadar sering kita lakukan, tapi efeknya bisa bikin mobil cepat masuk bengkel dan menguras isi dompet kamu.

Kebiasaan Menaruh Kaki di Atas Pedal Kopling Sepanjang Perjalanan

Bagi para pengguna mobil bertransmisi manual, kebiasaan yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi. Banyak pengemudi yang sengaja menaruh atau "menyandarkan" kaki kiri mereka di atas pedal kopling saat mobil sedang melaju, dengan alasan agar bisa lebih cepat mengoper gigi saat arus lalu lintas sedang padat.

Meskipun kamu merasa tidak sedang menginjak pedal tersebut secara penuh, tekanan sekecil apa pun dari bobot kaki kamu sebenarnya sudah cukup untuk membuat kopling bekerja secara pasif. Fenomena ini di dunia otomotif dikenal dengan istilah kopling menggantung. Akibatnya, piringan kopling dan dekrup akan terus bergesekan secara tipis tanpa benar-benar mencengkeram dengan sempurna.

Gesekan yang terjadi terus-menerus ini akan menghasilkan panas yang luar biasa dan membuat kampas kopling kamu menjadi sangat cepat aus atau bahkan hangus. Tanda awal yang bisa kamu rasakan adalah munculnya bau sangit di dalam kabin dan tarikan mobil yang mendadak terasa loyo atau slip saat posisi menanjak. Jadi, pastikan kamu selalu memindahkan kaki kiri ke lantai mobil saat kopling sedang tidak digunakan.

Langsung Menyalakan AC Saat Kondisi Kabin Mobil Masih Sangat Panas

Kebiasaan berikutnya sering terjadi saat mobil habis diparkir di bawah terik matahari dalam waktu yang cukup lama. Ketika memasuki kabin yang rasanya mirip seperti ruang oven, tindakan pertama yang biasanya refleks kita lakukan adalah menyalakan mesin dan langsung memutar kenop AC ke tingkat yang paling dingin dengan embusan angin yang paling kencang.

Langkah ini sebenarnya sangat menyiksa sistem kelistrikan dan komponen mesin mobil kamu. Saat kabin dalam kondisi super panas, kompresor AC harus langsung bekerja dengan beban yang sangat maksimal untuk menurunkan suhu udara. Beban berat yang mendadak ini juga akan membebani putaran mesin yang posisinya baru saja dinyalakan dan olinya belum bersirkulasi dengan sempurna ke semua celah komponen.

Cara yang lebih bijak dan aman adalah dengan membuka semua kaca jendela mobil terlebih dahulu setelah mesin menyala. Jalankan mobil secara perlahan selama beberapa menit agar udara panas di dalam kabin bisa terdorong keluar oleh angin dari luar. Setelah suhu di dalam kabin mulai terasa agak turun dan stabil, barulah kamu bisa menutup kembali kaca jendela dan menyalakan sistem AC secara bertahap.

Menahan Setir dalam Posisi Mentok Saat Sedang Putar Balik

Ketika harus melakukan putar balik di jalanan yang agak sempit, kita sering kali memutar setir mobil hingga mengeluarkan bunyi jedug yang menandakan bahwa putarannya sudah mencapai batas maksimal alias mentok. Sering kali pula, kita menahan posisi setir yang mentok tersebut selama beberapa detik sambil menunggu celah jalan kosong agar bisa lewat.

Jika mobil kamu menggunakan sistem kemudi Power Steering hidrolis, kebiasaan menahan setir dalam posisi mentok ini adalah cara tercepat untuk merusak sistem tersebut. Saat setir diputar sampai habis, pompa power steering akan bekerja ekstra keras untuk menghasilkan tekanan minyak yang sangat tinggi. Jika ditahan terlalu lama, tekanan tinggi ini bisa menjebolkan sil-sil karet penahan oli dan menyebabkan kebocoran minyak power steering.

Untuk menghindari hal ini, triknya sangat mudah. Ketika kamu memutar setir dan sudah merasakan posisinya mentok, segera kembalikan atau kendurkan sedikit putaran setir tersebut sekitar satu atau dua sentimeter ke arah sebaliknya. Langkah kecil ini akan langsung menurunkan tekanan hidrolis pada pompa sehingga komponen kemudi mobil kamu bisa berumur jauh lebih panjang.

Sering Menunda Pengisian Bahan Bakar hingga Indikator Tangki Kosong

Banyak dari kita yang memiliki kebiasaan baru mau masuk ke pom bensin setelah jarum indikator bahan bakar sudah menyentuh garis merah, atau bahkan saat lampu peringatan bensin sudah menyala berkedip. Alasan malas mengantre sering kali menjadi pembelaan utama untuk kebiasaan buruk yang satu ini.

Perlu kamu ketahui bahwa tangki bensin mobil bukanlah sebuah ruang yang selalu bersih steril. Seiring berjalannya waktu, pasti akan selalu ada kotoran berupa endapan atau residu yang mengendap di dasar tangki bensin. Ketika kamu sering membiarkan tangki dalam kondisi yang hampir kosong, pompa bensin atau fuel pump akan dipaksa untuk menyedot sisa-sisa bensin di bagian paling bawah yang penuh dengan endapan kotoran tersebut.

Kotoran yang tersedot ini lama-kelamaan akan menyumbat filter bensin dan merusak kinerja injektor. Selain itu, pompa bensin modern pada mobil umumnya memanfaatkan cairan bensin di sekelilingnya sebagai media pendingin alami saat bekerja. Jika volume bensin di dalam tangki selalu minim, pompa bensin akan menjadi lebih cepat panas dan rentan mengalami kerusakan total alias mati mendadak.

Mulai Ubah Gaya Berkendara Demi Awetnya Kendaraan

Mengubah kebiasaan buruk dalam mengemudi memang membutuhkan waktu dan konsistensi yang tinggi. Namun, jika kamu berkomitmen untuk mulai menghilangkan kebiasaan-kebiasaan sepele di atas, manfaatnya akan langsung terasa pada performa mobil yang selalu prima dan stabil. Selain itu, kamu juga bisa menghemat banyak uang yang harusnya keluar untuk biaya perbaikan komponen yang rusak sebelum waktunya. Ingatlah bahwa cara kita memperlakukan mobil di jalan raya akan tercermin dari seberapa sering mobil tersebut merepotkan kita di bengkel. Yuk, mulai jadi pengemudi yang lebih peduli dan bijak dari sekarang!