Mengulas Serie TE Classic Mercedes-Benz dan Harga yang Mahal di Indonesia - Mobil.id | Mobil.id

Mengulas Serie TE Classic Mercedes-Benz dan Harga yang Mahal di Indonesia


HomeBlog

Mercedes Benz
Mengulas Serie TE Classic Mercedes-Benz dan Harga yang Mahal di Indonesia
Penulis 7

Di dunia otomotif Indonesia, nama Mercedes-Benz seri W124 atau yang akrab disapa "Mercy Boxer" memiliki kedudukan yang sangat terhormat. Namun, di antara jajaran sedan yang gagah, terdapat satu varian yang menjadi "holy grail" bagi para kolektor dan antusias fanatik: seri TE (Station Wagon/Estate). Menggunakan kode bodi S124, seri TE bukan sekadar kendaraan pengangkut barang, melainkan simbol status, fungsionalitas mewah, dan instrumen investasi yang harganya sering kali tidak masuk akal bagi orang awam.

Mengapa Kode "TE" Begitu Istimewa?

Huruf "T" pada seri Mercedes-Benz merujuk pada Tourism and Transport. Diluncurkan pertama kali pada pertengahan 1980-an sebagai bagian dari keluarga W124, seri TE menawarkan fleksibilitas ruang tanpa mengorbankan kenyamanan khas sedan mid-size mewah. Di Indonesia, populasi unit ini sangat terbatas dibandingkan versi sedannya. Sebagian besar unit yang beredar masuk melalui jalur diplomatik, pesanan khusus, atau diimpor secara utuh (CBU) oleh importir umum pada masanya.

Ketertarikan masyarakat terhadap seri TE didorong oleh desainnya yang abadi (timeless). Garis bodi yang kotak namun aerodinamis karya Bruno Sacco memberikan kesan kokoh. Berbeda dengan mobil station wagon modern yang cenderung membulat, S124 TE mempertahankan karakter maskulin yang kuat, menjadikannya terlihat sangat berwibawa saat meluncur di jalanan Jakarta maupun kota besar lainnya.

Spesifikasi Teknis dan Varian yang Populer

Mercedes-Benz S124 TE hadir dengan berbagai pilihan mesin yang tangguh. Beberapa varian yang sering menjadi incaran di Indonesia antara lain:

  1. 300TE: Menggendong mesin M103 6-silinder segaris yang sangat halus. Varian ini dikenal karena tenaganya yang mumpuni untuk perjalanan jarak jauh.

  2. 230TE: Menggunakan mesin M102 4-silinder. Meskipun tidak sekuat 300TE, varian ini dicintai karena efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan perawatan yang relatif lebih simpel.

  3. E220 & E320 Estate (Masterpiece): Merupakan versi facelift terakhir sebelum transisi ke W210. Mesin M111 (2.2L) dan M104 (3.2L) sudah menggunakan sistem injeksi elektronik yang lebih modern dibandingkan sistem mekanikal pada seri awal.

Keunggulan utama dari seri TE adalah suspensi belakangnya yang menggunakan sistem Self-Leveling Suspension (SLS). Sistem hidrolik ini memastikan mobil tetap sejajar dan stabil meskipun membawa beban berat di bagasi. Teknologi ini adalah salah satu fitur mewah yang membuat harga perawatannya juga eksklusif.

Fenomena Harga yang "Gelap" di Indonesia

Jika Anda mencari harga pasaran Mercedes-Benz seri TE di situs jual beli mobil bekas, Anda mungkin akan terkejut. Jika versi sedannya (W124) bisa didapatkan mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 150 juta tergantung kondisi, seri TE bisa dibanderol mulai dari Rp 400 juta hingga menembus angka miliaran rupiah untuk kondisi restorasi sempurna atau unit low mileage.

Beberapa faktor utama yang menyebabkan harga "gelap" (tidak memiliki patokan standar) ini antara lain:

  • Kelangkaan (Rarity): Hukum permintaan dan penawaran berlaku mutlak di sini. Jumlah unit TE di Indonesia mungkin hanya segelintir dibanding ribuan unit sedan. Kelangkaan ini menciptakan prestise tersendiri.

  • Tren Lifestyle "Wagon Life": Dalam satu dekade terakhir, tren mengoleksi mobil station wagon sedang berada di puncaknya. Memiliki wagon dianggap lebih keren dan menunjukkan selera otomotif yang lebih tinggi dibandingkan memiliki sedan atau SUV terbaru.

  • Kualitas Build Quality: S124 dikenal sebagai salah satu produk Mercedes-Benz dengan over-engineering terbaik. Material interior yang berkualitas, pintu yang menutup dengan suara "solid", dan daya tahan mesin yang luar biasa membuat orang tidak ragu mengeluarkan uang banyak.

  • Kemudahan Suku Cadang: Meskipun bodi belakangnya berbeda, komponen mesin dan kaki-kaki depan seri TE sebagian besar identik dengan versi sedan. Hal ini memudahkan pemilik untuk melakukan perawatan teknis tanpa harus pusing mencari onderdil langka.

Hal yang Perlu Diperhatikan Calon Kolektor

Membeli Mercedes-Benz seri TE bukan sekadar membeli mobil, melainkan mengadopsi sebuah gaya hidup. Namun, calon pembeli harus tetap waspada agar tidak terjebak dalam "lubang uang". Berikut adalah poin penting yang harus diperiksa:

1. Kondisi SLS (Self-Leveling Suspension) Sistem ini adalah jantung dari kenyamanan seri TE. Periksa apakah ada kebocoran pada akumulator (bola hidrolik) atau sokbreker belakang. Jika sistem ini dimatikan atau diganti dengan suspensi biasa, nilai koleksi mobil tersebut akan turun drastis.

2. Kaca Belakang dan Karet-Karet Kaca samping belakang pada wagon S124 memiliki area yang luas. Pastikan tidak ada keretakan atau tanda-tanda rembesan air (bocor). Mengganti karet kaca wagon jauh lebih sulit dan mahal dibandingkan versi sedan karena ketersediaan barang yang terbatas.

3. Kondisi Interior Bagasi Bagasi adalah nilai jual utama TE. Periksa apakah dek belakang masih kokoh, tonneau cover (penutup bagasi) masih berfungsi, dan jika beruntung, apakah kursi baris ketiga (jump seat) masih ada. Unit yang lengkap dengan aksesori orisinal akan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.

4. Karat di Titik-Titik Tersembunyi Karena banyak unit yang merupakan CBU atau berasal dari wilayah pesisir, periksa area kolong, dudukan suspensi, dan sekitar lubang dongkrak untuk memastikan tidak ada karat yang keropos.

Investasi atau Sekadar Hobi?

Bagi banyak pemiliknya di Indonesia, seri TE telah bertransformasi dari sekadar kendaraan hobi menjadi aset investasi. Harga yang terus merangkak naik setiap tahun membuktikan bahwa apresiasi terhadap desain klasik Mercedes-Benz tidak pernah padam. Di tengah gempuran mobil listrik dan fitur teknologi yang serba digital, kesederhanaan mekanis dan keanggunan garis desain S124 TE menawarkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang: karakter.

Meskipun biaya akuisisi awalnya sangat tinggi, kepuasan berkendara dengan mobil yang memiliki sejarah panjang dan komunitas yang kuat di Indonesia adalah pengalaman yang tak ternilai. Seri TE adalah bukti nyata bahwa sebuah Mercedes-Benz "tua" tidak akan pernah terlihat usang; ia hanya menjadi lebih matang seiring berjalannya waktu.