Penyakit Mazda2 yang Sering Dikeluhkan Pengguna, Calon Pembeli Bekas Wajib Tahu - Mobil.id

Penyakit Mazda2 yang Sering Dikeluhkan Pengguna, Calon Pembeli Bekas Wajib Tahu


HomeBlog

Mazda
Penyakit Mazda2 yang Sering Dikeluhkan Pengguna, Calon Pembeli Bekas Wajib Tahu
Penulis 2

Mobilid- Mazda2 menjadi salah satu hatchback Jepang yang cukup populer di Indonesia karena memiliki desain sporty, handling yang lincah, dan rasa berkendara yang lebih menyenangkan dibanding city car biasa.

Mobil ini cukup banyak diminati terutama oleh pengguna muda maupun pengguna yang mencari kendaraan harian dengan nuansa premium. Bahkan sampai sekarang, Mazda2 bekas masih cukup banyak dicari karena desainnya tetap terlihat modern dan tidak cepat terlihat tua.

Selain desain yang menarik, Mazda2 juga terkenal memiliki handling yang stabil dan mesin yang responsif terutama pada generasi SKYACTIV.

Namun seperti mobil lainnya, Mazda2 tetap memiliki beberapa penyakit umum yang cukup sering dikeluhkan pengguna terutama pada kendaraan dengan usia pemakaian tinggi atau unit yang kurang mendapatkan perawatan rutin.

Karena itu, calon pembeli mobil bekas wajib mengetahui beberapa masalah yang cukup sering muncul pada Mazda2 agar tidak salah memilih kendaraan dan bisa memperkirakan biaya perawatan ke depannya.

1. Kaki-Kaki Mulai Bunyi

Salah satu penyakit Mazda2 yang paling sering dikeluhkan pengguna adalah bagian kaki-kaki mulai mengeluarkan bunyi ketika kendaraan melewati jalan rusak atau polisi tidur.

Biasanya bunyi berasal dari bushing, link stabilizer, tie rod, atau shockbreaker yang mulai mengalami keausan akibat usia kendaraan dan kondisi jalan yang sering dilewati.

Karena karakter suspensi Mazda2 cukup nyaman dan handling kendaraan dibuat lebih sporty dibanding city car biasa, beberapa komponen kaki-kaki memang bekerja lebih aktif terutama jika kendaraan sering digunakan di jalan bergelombang.

Gejalanya biasanya berupa suara “kletek” atau “gluduk” dari bagian bawah kendaraan serta handling yang mulai terasa kurang stabil ketika digunakan dalam kecepatan tinggi.

Jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama, kenyamanan berkendara tentu akan mulai menurun.

2. Kabin Kadang Mulai Muncul Bunyi Getar

Pada beberapa Mazda2 terutama unit dengan usia pemakaian cukup lama, pengguna kadang mengeluhkan munculnya bunyi getar kecil dari dashboard, door trim, atau bagian interior lainnya.

Hal ini biasanya terjadi karena pengikat interior mulai longgar atau material kabin mulai mengalami perubahan akibat usia dan paparan panas matahari.

Meski bukan kerusakan besar, bunyi interior cukup mengganggu karena Mazda2 terkenal memiliki kabin yang cukup nyaman dan senyap untuk ukuran hatchback.

Biasanya bunyi mulai terasa ketika kendaraan melewati jalan tidak rata atau permukaan jalan bergelombang.

3. AC Mulai Kurang Dingin

Keluhan lain yang cukup sering ditemukan pada Mazda2 bekas adalah performa AC yang mulai terasa kurang dingin terutama ketika kendaraan digunakan siang hari atau terjebak macet cukup lama.

Biasanya kondisi ini disebabkan filter kabin kotor, evaporator mulai penuh debu, freon berkurang, atau performa kompresor AC mulai melemah akibat usia kendaraan.

Karena Mazda2 cukup sering digunakan harian di area perkotaan, performa AC tentu menjadi salah satu hal penting yang wajib diperhatikan sebelum membeli unit bekas.

Jika AC sudah mulai kurang maksimal, kenyamanan kabin akan terasa menurun terutama saat cuaca panas.

4. Mesin Lebih Kasar Jika Jarang Servis

Mazda2 generasi SKYACTIV terkenal memiliki mesin yang cukup halus dan responsif.

Namun jika pemilik sebelumnya jarang mengganti oli atau menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi, suara mesin bisa mulai terasa lebih kasar dibanding biasanya.

Pada beberapa unit, konsumsi BBM juga mulai terasa lebih boros akibat throttle body dan sistem pembakaran yang mulai kotor.

Karena teknologi mesin Mazda cukup modern, kualitas oli dan jadwal servis berkala memang sangat memengaruhi kenyamanan kendaraan.

Jika dirawat dengan baik, sebenarnya mesin Mazda2 termasuk cukup awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

5. Transmisi Otomatis Kadang Mulai Kasar

Pada beberapa Mazda2 dengan kilometer tinggi, perpindahan transmisi otomatis mulai terasa sedikit kasar terutama ketika kendaraan baru berjalan atau saat perpindahan gigi rendah.

Biasanya kondisi ini terjadi karena oli transmisi sudah terlalu lama tidak diganti atau kendaraan jarang mendapatkan perawatan berkala.

Meski tidak selalu menandakan kerusakan besar, kondisi transmisi tetap perlu diperhatikan karena biaya perbaikannya bisa cukup mahal jika masalah sudah terlalu parah.

Karena itu, test drive menjadi hal penting sebelum membeli Mazda2 bekas agar kondisi transmisi benar-benar terasa normal.

6. Sensor dan Kelistrikan Mulai Sensitif

Mazda2 terutama generasi terbaru memiliki cukup banyak fitur elektronik modern dibanding city car biasa.

Karena itu, beberapa pengguna mengeluhkan sensor kendaraan mulai error terutama pada unit dengan usia pemakaian tinggi.

Masalah yang cukup sering muncul biasanya berasal dari sensor parkir, indikator dashboard, atau sistem i-Stop yang kadang tidak bekerja normal.

Selain itu, aki kendaraan juga perlu diperhatikan karena beberapa fitur elektronik Mazda cukup sensitif terhadap kondisi tegangan aki.

Meski sebagian besar bukan kerusakan berat, pengecekan sistem elektronik tetap penting terutama sebelum membeli unit bekas.

7. Ruang Kabin Belakang Terasa Agak Sempit

Meski bukan termasuk kerusakan, salah satu hal yang cukup sering dibahas pengguna Mazda2 adalah ruang kabin belakang yang terasa tidak terlalu luas dibanding beberapa rival hatchback lain.

Karena desain Mazda2 lebih fokus pada handling sporty dan desain premium, ruang kaki penumpang belakang memang terasa sedikit lebih sempit terutama untuk penumpang dengan postur tinggi.

Namun untuk penggunaan harian di area perkotaan, Mazda2 sebenarnya masih terasa cukup nyaman digunakan.

8. Biaya Sparepart Sedikit Lebih Mahal

Salah satu hal lain yang cukup sering dibahas pengguna Mazda2 adalah biaya sparepart dan servis yang sedikit lebih tinggi dibanding hatchback Jepang biasa.

Beberapa komponen original Mazda memang memiliki harga yang cukup mahal terutama untuk bagian kaki-kaki dan sensor elektronik.

Namun banyak pengguna merasa biaya tersebut masih cukup sebanding dengan kualitas berkendara dan kenyamanan yang diberikan Mazda2.

Meski memiliki beberapa penyakit umum, Mazda2 tetap menjadi salah satu hatchback Jepang yang cukup nyaman dan menyenangkan digunakan harian.

Desain sporty, handling stabil, mesin responsif, dan kabin premium menjadi alasan kenapa Mazda2 masih memiliki banyak penggemar di Indonesia sampai sekarang.

Sebelum membeli Mazda2 bekas, calon pembeli sebaiknya melakukan pengecekan menyeluruh terutama pada kaki-kaki, transmisi, sistem AC, dan riwayat servis kendaraan.

Jika mendapatkan unit yang masih terawat dan rutin servis, Mazda2 sebenarnya masih sangat layak digunakan dalam jangka panjang baik sebagai kendaraan harian maupun mobil anak muda.