Perbandingan Waktu Pengisian BYD Dengan Charger Berbeda - Mobil.id

Perbandingan Waktu Pengisian BYD Dengan Charger Berbeda


HomeBlog

BYD
Perbandingan Waktu Pengisian BYD Dengan Charger Berbeda
Penulis 1

Mobil listrik BYD semakin populer di pasar global berkat teknologi baterai Blade Battery yang dikenal efisien, aman, dan mendukung pengisian daya cepat. Salah satu pertimbangan utama calon pengguna kendaraan listrik adalah waktu pengisian baterai menggunakan berbagai jenis charger, mulai dari colokan rumah biasa hingga DC ultra fast charging. Perbedaan daya charger sangat memengaruhi durasi pengisian serta kenyamanan penggunaan harian.

BYD menghadirkan beberapa model populer seperti Dolphin, Atto 3, Seal, hingga Sealion 7 yang mendukung pengisian AC dan DC dengan kemampuan berbeda. Sistem pengisian tersebut memungkinkan pengguna memilih metode paling sesuai berdasarkan kebutuhan perjalanan, biaya listrik, serta ketersediaan infrastruktur charging station.

Pengisian menggunakan charger rumah standar menjadi opsi paling sederhana karena tidak membutuhkan instalasi khusus. Charger tipe ini biasanya memiliki daya sekitar 2,3 kW hingga 3,7 kW. Meski praktis, waktu pengisian menjadi sangat lama. Pada BYD Atto 3 misalnya, pengisian dari 0 hingga 100 persen menggunakan charger rumah standar dapat memakan waktu sekitar 16 jam.

Metode ini cocok digunakan ketika kendaraan diparkir dalam waktu panjang, seperti semalaman di rumah. Namun untuk penggunaan intensif atau mobilitas tinggi, charger standar kurang ideal karena kecepatan pengisiannya terbatas.

Pengguna BYD yang ingin pengisian lebih cepat biasanya memasang wall charger AC 7 kW di rumah. Charger ini mampu memangkas waktu pengisian secara signifikan dibanding colokan biasa. Berdasarkan panduan pengisian BYD, wall charger 7 kW dapat mengisi baterai kendaraan listrik dari kosong hingga penuh dalam waktu sekitar 6 hingga 8 jam tergantung kapasitas baterai kendaraan.

Pada BYD Sealion 7, pengisian menggunakan AC 7 kW membutuhkan waktu sekitar 8 sampai 9 jam untuk baterai penuh. Sementara BYD Atto 3 membutuhkan sekitar 6,5 jam menggunakan charger AC 11 kW tiga fase.

Charger AC menjadi pilihan favorit pengguna kendaraan listrik harian karena menawarkan keseimbangan antara kecepatan, efisiensi biaya, dan keamanan baterai. Banyak pemilik BYD juga lebih memilih pengisian AC untuk menjaga umur baterai jangka panjang dibanding terlalu sering memakai DC fast charging.

Selain charger rumah, tersedia pula public AC charger dengan daya 11 kW hingga 22 kW. Charger ini umumnya ditemukan di pusat perbelanjaan, area parkir publik, hotel, dan gedung perkantoran. Pengisian menggunakan AC 22 kW mampu mengisi baterai lebih cepat dibanding wall charger rumah biasa. BYD menyebut charger 22 kW dapat mengisi baterai penuh dalam waktu sekitar 3 jam pada kendaraan yang mendukung daya tersebut.

Meski demikian, tidak semua model BYD mampu menerima daya AC 22 kW secara maksimal. Beberapa model hanya mendukung onboard charger 11 kW sehingga kecepatan pengisian tetap dibatasi sistem kendaraan. Karena itu, memilih charger dengan daya terlalu besar belum tentu memberikan pengisian lebih cepat apabila spesifikasi mobil tidak mendukung.

Untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh, pengguna BYD biasanya memanfaatkan DC fast charging. Teknologi ini memungkinkan arus listrik langsung masuk ke baterai tanpa melalui onboard charger sehingga proses pengisian jauh lebih cepat. Charger DC memiliki variasi daya mulai 50 kW, 100 kW, hingga lebih dari 150 kW.

Pengisian menggunakan DC 50 kW mampu mengisi baterai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 40 menit. Sementara charger 100 kW dapat memangkas waktu pengisian menjadi sekitar 25 hingga 38 menit tergantung model kendaraan dan suhu baterai.

BYD Sealion 7 misalnya mampu melakukan pengisian 0 hingga 80 persen hanya dalam sekitar 38 menit menggunakan DC 100 kW. Sedangkan BYD Atto 3 facelift terbaru mendukung DC charging hingga 110 kW dengan waktu pengisian 10 hingga 80 persen sekitar 35 menit.

Pada model premium seperti BYD Seal U dan Sealion 7, beberapa pengujian pengguna menunjukkan kecepatan charging bisa mencapai lebih dari 140 kW pada kondisi ideal. Hal tersebut dipengaruhi suhu baterai, kondisi charging station, serta kapasitas daya maksimum yang mampu diterima kendaraan.

Kecepatan pengisian DC tidak selalu stabil sepanjang proses charging. Saat baterai berada di bawah 80 persen, daya pengisian biasanya sangat tinggi. Namun setelah melewati 80 persen, sistem akan menurunkan kecepatan charging untuk menjaga suhu dan kesehatan baterai. Fenomena ini umum terjadi pada kendaraan listrik modern termasuk BYD.

Faktor suhu lingkungan juga memengaruhi waktu pengisian. Dalam kondisi dingin, kecepatan charging bisa menurun karena baterai membutuhkan suhu kerja optimal sebelum menerima daya besar. Namun beberapa pengguna BYD melaporkan peningkatan software dan manajemen termal terbaru membuat performa charging tetap stabil meski cuaca dingin.

Teknologi baterai Blade Battery milik BYD menjadi salah satu alasan pengisian dapat berlangsung lebih cepat dan aman. Baterai berbasis Lithium Iron Phosphate atau LFP ini memiliki stabilitas termal tinggi sehingga mampu menerima arus besar tanpa risiko overheating berlebihan. Selain itu, desain baterai BYD juga mendukung efisiensi pendinginan selama proses fast charging.

Meski DC ultra fast charging menawarkan waktu sangat singkat, penggunaan terlalu sering tetap perlu dibatasi. Pengisian AC masih dianggap lebih ideal untuk penggunaan sehari-hari karena menghasilkan panas lebih rendah serta membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Banyak pengguna kendaraan listrik memilih kombinasi AC charging di rumah dan DC charging saat perjalanan jauh agar lebih efisien.

Biaya instalasi charger juga menjadi pertimbangan penting. Wall charger AC 7 kW relatif lebih terjangkau dan cocok untuk rumah tangga biasa. Sementara instalasi charger 11 kW atau lebih tinggi membutuhkan daya listrik besar serta sistem kelistrikan yang mendukung tiga fase.

Infrastruktur charging BYD juga semakin berkembang di berbagai negara melalui jaringan charging station publik yang mendukung konektor CCS2 dan Type 2. Dukungan ini membuat pengguna lebih mudah mengakses fast charging ketika bepergian jarak jauh maupun penggunaan harian di perkotaan.

Perbandingan waktu pengisian BYD menggunakan charger berbeda menunjukkan bahwa pemilihan charger sangat menentukan pengalaman berkendara kendaraan listrik. Charger rumah standar cocok untuk kondisi darurat atau penggunaan ringan, wall charger AC menjadi solusi ideal harian, sedangkan DC fast charging memberikan efisiensi maksimal saat mobilitas tinggi dan perjalanan panjang.