
Isuzu MU-X Generasi Pertama memiliki perjalanan yang cukup panjang sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013 hingga berakhir pada tahun 2020. Selama masa produksinya, pembaruan terbesar terjadi pada tahun 2017 ketika Isuzu memperkenalkan versi facelift yang membawa berbagai perubahan signifikan. Bagi calon pembeli mobil bekas, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah MU-X facelift benar-benar lebih baik dibandingkan versi sebelumnya dan apakah selisih harganya sepadan dengan peningkatan yang ditawarkan.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting memahami perbedaan antara MU-X pra-facelift (2013–2016) dan MU-X facelift (2017–2020) dari berbagai aspek mulai dari desain, interior, fitur, kenyamanan, hingga nilai investasi jangka panjang.
Secara visual, perbedaan paling mencolok terlihat pada bagian depan kendaraan. MU-X pra-facelift memiliki desain grille yang relatif sederhana dengan karakter khas SUV awal dekade 2010-an. Bentuk lampu depan masih menggunakan desain yang lebih konservatif dengan tampilan yang cenderung datar.
Sebaliknya, MU-X facelift tampil jauh lebih modern. Grille depan dirancang ulang dengan aksen krom yang lebih tegas dan berukuran lebih besar. Lampu depan menggunakan desain projector yang lebih agresif sehingga memberikan kesan premium. Pada beberapa varian, tersedia LED Daytime Running Light yang membuat tampilan kendaraan terlihat lebih mewah dan modern.
Bumper depan juga mengalami perubahan. Desain baru memberikan kesan lebih kokoh dan lebih sesuai dengan tren SUV modern. Jika kedua model diparkir berdampingan, versi facelift akan terlihat lebih segar meskipun usianya tidak jauh berbeda.
Bagian belakang turut mendapatkan pembaruan. Lampu belakang facelift memiliki desain yang lebih modern dengan elemen LED pada beberapa varian. Perubahan ini memang tidak drastis, tetapi cukup untuk membuat tampilan belakang terasa lebih premium dibandingkan model awal.
Masuk ke dalam kabin, perbedaan antara kedua model semakin terasa. Pada MU-X pra-facelift, desain dashboard masih mengedepankan fungsi. Tata letak tombol sederhana dan kualitas material tergolong cukup baik, namun belum mampu memberikan kesan mewah seperti yang ditawarkan rival-rivalnya.
Versi facelift hadir dengan sejumlah peningkatan kualitas interior. Material dashboard terasa lebih baik, beberapa trim mendapatkan kombinasi warna yang lebih modern, dan tampilan keseluruhan kabin terlihat lebih elegan. Penyempurnaan ini membantu MU-X bersaing dengan SUV lain yang mulai menawarkan interior lebih premium.
Sistem hiburan juga mengalami peningkatan. Head unit pada model facelift memiliki antarmuka yang lebih modern dan fitur yang lebih lengkap dibandingkan model sebelumnya. Meskipun belum sekompleks SUV generasi terbaru, peningkatan ini cukup signifikan untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Salah satu aspek yang paling diapresiasi pengguna adalah peningkatan kenyamanan berkendara. Pada MU-X pra-facelift, beberapa pengguna mengeluhkan tingkat kebisingan kabin yang masih cukup terasa terutama saat kecepatan tinggi. Suara mesin diesel dan suara ban terkadang masuk ke dalam kabin lebih banyak dibandingkan kompetitor.
Isuzu merespons kritik tersebut melalui facelift 2017 dengan meningkatkan kualitas peredaman suara. Hasilnya, kabin terasa lebih senyap dan nyaman untuk perjalanan jauh. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat di atas kertas, tetapi sangat terasa ketika kendaraan digunakan sehari-hari.
Suspensi juga mendapatkan penyempurnaan. Karakter dasar MU-X memang sudah dikenal nyaman untuk SUV ladder frame, namun versi facelift menawarkan kualitas redaman yang lebih baik sehingga perjalanan terasa lebih halus, terutama saat melintasi jalan bergelombang.
Di sektor mesin, perbedaannya relatif kecil untuk pasar Indonesia. Baik MU-X pra-facelift maupun facelift sama-sama mengandalkan mesin diesel 2.5 liter VGS Turbo yang terkenal irit dan tangguh. Mesin ini menghasilkan tenaga sekitar 136 PS dengan torsi 320 Nm yang cukup untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Namun di beberapa pasar internasional seperti Thailand dan Australia, versi facelift mulai mendapatkan mesin diesel generasi baru yang lebih efisien. Meskipun demikian, mesin 4JJ1 dan 4JK1 pada model awal tetap memiliki reputasi sangat baik dalam hal ketahanan dan biaya perawatan.
Perbedaan terbesar justru terdapat pada fitur keselamatan. MU-X pra-facelift memiliki fitur keselamatan standar yang cukup memadai pada masanya seperti ABS, EBD, dan airbag. Namun perkembangan teknologi keselamatan membuat standar pasar berubah dengan cepat.
Pada model facelift, Isuzu mulai menambahkan berbagai fitur keselamatan aktif seperti Electronic Stability Control (ESC), Traction Control System (TCS), Hill Start Assist (HSA), dan Hill Descent Control (HDC) pada beberapa varian. Kehadiran fitur-fitur tersebut memberikan rasa aman yang lebih baik terutama saat berkendara di kondisi jalan yang menantang.
Dari sisi harga bekas, MU-X pra-facelift umumnya memiliki banderol yang lebih terjangkau. Hal ini menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan SUV diesel besar dengan anggaran terbatas. Sementara itu, MU-X facelift memiliki harga yang sedikit lebih tinggi, tetapi menawarkan desain yang lebih modern, fitur yang lebih lengkap, dan kenyamanan yang lebih baik.
Bagi pengguna yang mengutamakan ketahanan mesin dan efisiensi biaya, MU-X pra-facelift masih menjadi pilihan yang sangat layak. Namun bagi konsumen yang menginginkan tampilan lebih modern, fitur keselamatan lebih lengkap, dan kenyamanan yang lebih baik untuk penggunaan jangka panjang, MU-X facelift 2017–2020 merupakan pilihan yang lebih menarik.
Perbedaan keduanya memang tidak mengubah karakter dasar MU-X sebagai SUV diesel yang tangguh dan andal. Namun facelift 2017 berhasil menyempurnakan banyak aspek penting sehingga membuat generasi pertama MU-X tetap kompetitif hingga akhir masa produksinya.