Perubahan Besar Subaru Impreza 2007 yang Kontroversial - Mobil.id

Perubahan Besar Subaru Impreza 2007 yang Kontroversial


HomeBlog

Subaru
Perubahan Besar Subaru Impreza 2007 yang Kontroversial
Penulis 8

Subaru Impreza Generasi 3 yang diperkenalkan pada tahun 2007 menjadi salah satu momen paling penting sekaligus paling kontroversial dalam sejarah lini Impreza. Perubahan yang dilakukan Subaru pada generasi ini bukan hanya bersifat kosmetik, tetapi juga menyentuh filosofi desain, kenyamanan, hingga arah pengembangan produk. Tidak sedikit penggemar lama yang awalnya merasa “asing” dengan perubahan ini, terutama jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya (GD/GG) yang sangat ikonik di dunia rally dan street performance.

Perubahan paling mencolok terlihat pada desain eksterior. Subaru meninggalkan bentuk tajam dan agresif khas Generasi 2, lalu menggantinya dengan desain yang lebih membulat, lembut, dan modern. Pendekatan ini bertujuan untuk membuat Impreza lebih mudah diterima oleh pasar global yang lebih luas, bukan hanya pecinta mobil performa. Namun bagi sebagian penggemar lama, desain ini dianggap kehilangan “garang” dan karakter rally yang selama ini melekat pada Impreza.

Perubahan desain ini juga terlihat pada penggunaan kode bodi baru seperti GE (sedan) dan GH (hatchback), yang menggantikan gaya bodi sebelumnya yang lebih kaku dan agresif. Hatchback GH menjadi simbol transformasi Subaru menuju arah mobil kompak yang lebih praktis dan ramah keluarga, sementara sedan GE tetap mempertahankan kesan formal namun lebih halus dibanding generasi sebelumnya.

Selain desain, perubahan besar juga terjadi pada platform dan struktur bodi. Subaru meningkatkan rigiditas rangka untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan. Mobil menjadi lebih stabil di kecepatan tinggi dan lebih aman saat terjadi benturan. Fokus pada keselamatan ini menjadi salah satu strategi Subaru untuk bersaing di pasar global yang semakin ketat dalam standar safety.

Namun perubahan ini juga membawa dampak pada karakter berkendara. Banyak penggemar lama merasa bahwa Impreza Generasi 3 kehilangan sedikit “raw driving feel” dibanding Generasi 2. Steering terasa lebih ringan, suspensi lebih nyaman, dan karakter mobil secara keseluruhan menjadi lebih halus. Bagi sebagian orang, ini dianggap sebagai kemunduran dalam hal sportiness, meskipun bagi pengguna harian justru menjadi peningkatan signifikan.

Di sisi lain, Subaru tetap mempertahankan identitas pentingnya yaitu Symmetrical All-Wheel Drive (AWD) dan mesin boxer. Meskipun karakter mobil berubah, fondasi teknis ini tetap menjadi DNA utama Impreza. Justru pada Generasi 3, sistem AWD disempurnakan agar lebih halus dan efisien, sehingga mobil lebih mudah dikendalikan di berbagai kondisi jalan tanpa terasa terlalu “kaku” seperti generasi sebelumnya.

Perubahan lain yang cukup signifikan adalah pada arah positioning produk. Jika Generasi 2 sangat identik dengan rally dan performance-oriented car, maka Generasi 3 mulai bergerak ke arah mobil yang lebih universal. Subaru mencoba menjadikan Impreza sebagai mobil global yang bisa diterima oleh keluarga, pengguna harian, hingga tetap menyediakan varian performa seperti WRX dan STI untuk penggemar kecepatan.

Menariknya, meskipun terjadi perubahan besar pada desain dan karakter, Subaru tetap mempertahankan varian performa tinggi WRX dan WRX STI dalam keluarga Impreza pada generasi ini. WRX STI GRB menjadi salah satu ikon penting yang tetap menjaga reputasi Subaru di dunia rally-inspired performance car. Ini menunjukkan bahwa Subaru tidak sepenuhnya meninggalkan akar performanya, melainkan memperluas segmentasi produk.

Dari sisi interior, perubahan juga cukup terasa. Kabin dibuat lebih modern dan ergonomis dibanding generasi sebelumnya. Layout dashboard lebih rapi, visibilitas pengemudi lebih baik, dan kenyamanan meningkat. Meskipun material di varian dasar masih sederhana, pendekatan desain interior lebih fokus pada kenyamanan penggunaan sehari-hari dibanding nuansa sporty yang kental.

Perubahan besar di tahun 2007 ini pada akhirnya membagi opini penggemar menjadi dua kubu. Satu sisi menganggap Impreza Generasi 3 sebagai langkah maju yang lebih modern, aman, dan praktis. Di sisi lain, ada yang merasa mobil ini terlalu “jinak” dibanding karakter agresif Impreza generasi sebelumnya. Namun dalam perspektif industri otomotif, perubahan ini justru menjadi langkah penting Subaru untuk memperluas pasar global dan memperkuat posisi Impreza sebagai compact AWD universal.