Review Transmisi Lineartronic CVT pada All New Subaru Forester: Halus dan Minim Efek Karet Gelang - Mobil.id

Review Transmisi Lineartronic CVT pada All New Subaru Forester: Halus dan Minim Efek Karet Gelang


HomeBlog

Subaru
Review Transmisi Lineartronic CVT pada All New Subaru Forester: Halus dan Minim Efek Karet Gelang
Penulis 8

Transmisi otomatis Continuous Variable Transmision (CVT) sering kali dipandang sebelah mata oleh para antusias otomotif karena karakternya yang dinilai lamban dan memiliki efek "karet gelang" ( rubber -band effect ) yang mengganggu estetika berkendara. Namun, Subaru mempromosikan persepsi tersebut melalui pengembangan transmisi Lineartronic CVT generasi terbaru yang dibenamkan pada All New Subaru Forester generasi keenam. Menggunakan mekanisme rantai logam ( chain-drive ) alih-alih sabuk baja saban transmisi CVT konvensional, girboks ini dirancang khusus untuk mampu menyalurkan traksi besar dari mesin Boxer dan sistem Symmetrical AWD secara instan, halus, sekaligus responsif.

Konstruksi Chain-Drive: Kunci Ketangguhan Hidrolik Menghadapi Torsi

Rahasia di balik performa gemilang transmisi Lineartronic CVT milik All New Forester terletak pada arsitektur mekanisnya yang unik. Subaru menjadi salah satu dari sedikit pabrikan dunia yang menggunakan sistem chain-drive (penggerak rantai logam) berukuran kompak untuk menunjukkan beberapa puli variabelnya. Penggunaan rantai ini memberikan ikatan mekanis yang jauh lebih kuat dan minimal slip dibandingkan sabuk baja konvensional.

Keunggulan fisik dari konstruksi rantai ini memungkinkan transmisi untuk mentoleransi perpindahan rasio secara lebih cepat dan ekstrem. Ketika pengemudi menginjak pedal gas secara mendadak ( kickdown ), sistem transmisi hidrolik dapat mengubah diameter puli dengan instan tanpa ada gejala jeda waktu putaran mesin yang mengambang. Rantai logam ini juga memiliki durabilitas yang sangat tinggi untuk disandingkan dengan sistem penggerak roda permanen Symmetrical AWD , memastikan penyaluran tenaga ke empat roda tetap andal saat mobil harus bekerja keras melewati jalur menanjak atau medan berlumpur ekstrem.

Simulasi Manual 8-Percepatan melalui Paddle Shift untuk Sensasi Sporty

Untuk mengeliminasi kejenuhan berkendara yang sering diidentikkan dengan transmisi CVT, Subaru menyematkan fitur simulasi perpindahan gigi manual hingga 8-percepatan virtual pada All New Forester. Melalui sepasang tuas paddle shift yang dipasang secara ergonomis di balik lingkar kemudi, pengemudi diberikan kendali penuh untuk menaikkan atau menurunkan posisi gigi sesuai keinginan.

Saat pengemudi mulai mengoperasikan paddle shift atau memindahkan tuas transmisi ke mode Manual (M), komputer internal mobil akan langsung mengunci puli variabel ke dalam 8 titik rasio tetap ( fixed rasios ). Proses perpindahan antar-gigi virtual ini terasa sangat cekatan, presisi, dan memberikan efek entakan mekanis ( shifting feeling ) yang terasa nyata layaknya mengendarai mobil bertransmisi otomatis konvensional berkinerja tinggi. Fitur ini tidak hanya menyenangkan untuk bermanuver di jalanan luar kota yang lengang, melainkan sangat fungsional untuk menciptakan efek pengereman mesin (engine brake ) yang kuat saat mobil harus menuruni jalur pegunungan yang curam.

Sinergi Transmisi dengan SI-DRIVE demi Efisiensi Optimal

Kecerdasan transmisi Lineartronic CVT semakin sempurna berkat integrasinya yang selaras dengan fitur manajemen berkendara Subaru Intelligent Drive (SI-DRIVE). Pemetaan komputerisasi transmisi akan secara dinamis berubah mengikuti mode berkendara yang dipilih oleh pengemudi melalui tombol di setir.

Ketika berada pada Intelligent (I) Mode , transmisi Lineartronic akan memprioritaskan efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara harian. Sistem akan menjaga rasio puli tetap berada pada rentang yang membuat putaran mesin ( RPM ) serendah mungkin, memberikan sensasi meluncur yang sangat halus dan senyap di dalam kota. Namun, begitu pengemudi beralih ke Mode Sport (S) , karakteristik transmisi akan langsung berubah agresif. Komputer akan menahan rasio gigi pada putaran yang lebih rendah untuk menjaga mesin Boxer 2.5L selalu berada di dalam kurva torsi optimalnya, memastikan respon tenaga selalu siap sedia setiap kali pedal gas disentuh untuk mendahului kendaraan lain.