5 Mobil BYD Bekas yang Menarik untuk Keluarga, dari Dolphin hingga Denza D9 - Mobil.id

5 Mobil BYD Bekas yang Menarik untuk Keluarga, dari Dolphin hingga Denza D9


Home•Blog

BYD
5 Mobil BYD Bekas yang Menarik untuk Keluarga, dari Dolphin hingga Denza D9
Penulis 2

MOBILID- Mobil listrik kini tidak lagi identik dengan kendaraan berukuran kecil untuk penggunaan dalam kota. Perkembangan teknologi elektrifikasi membuat pilihan kendaraan listrik semakin beragam, termasuk model yang dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga. Salah satu merek yang memiliki cukup banyak pilihan kendaraan listrik di Indonesia adalah BYD.

Sejak resmi masuk ke pasar Indonesia, BYD telah menghadirkan berbagai model dengan karakter berbeda, mulai dari hatchback listrik seperti BYD Dolphin, SUV BYD Atto 3, MPV keluarga BYD M6, hingga SUV berukuran besar seperti BYD Sealion 7. Di kelas premium, ada pula Denza D9, yang merupakan model dari sub-brand premium BYD dan menawarkan konfigurasi kabin yang lebih mewah.

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan mobil BYD bekas untuk keluarga, kelima model tersebut memiliki daya tarik masing-masing. Ada yang lebih cocok untuk keluarga kecil dan aktivitas perkotaan, sementara lainnya menawarkan kapasitas kabin besar untuk perjalanan bersama banyak anggota keluarga.

Berikut lima mobil BYD dan Denza yang menarik untuk dipertimbangkan ketika mencari kendaraan listrik bekas untuk kebutuhan keluarga.

1. BYD Dolphin, Mobil Listrik Kompak untuk Keluarga Kecil

Nama BYD Dolphin menjadi salah satu model yang memperkenalkan kendaraan listrik BYD kepada konsumen Indonesia. Model ini diluncurkan bersama BYD Atto 3 dan BYD Seal ketika BYD resmi memasuki pasar Indonesia pada Januari 2024. Ketiganya menjadi produk perdana BYD di Indonesia.

Dolphin memiliki bentuk hatchback dengan dimensi yang relatif kompak. Karakter tersebut membuatnya cukup relevan untuk keluarga kecil yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari di perkotaan.

Salah satu kelebihan dari mobil berukuran kompak adalah kemudahan ketika digunakan di jalan perkotaan. Pengemudi dapat lebih mudah bermanuver ketika menghadapi jalan yang padat maupun area parkir yang terbatas.

Meskipun ukurannya tidak sebesar SUV atau MPV, bagian kabin BYD Dolphin dirancang untuk memaksimalkan ruang penumpang. BYD menggunakan e-Platform 3.0 dengan wheelbase yang relatif panjang dibandingkan proporsi bodinya. Lantai baris kedua juga dibuat datar sehingga penumpang di bagian tengah memperoleh ruang kaki yang lebih baik.

Ketersediaan ruang penyimpanan di kabin juga menjadi salah satu aspek yang menarik. Terdapat kantong pintu, kompartemen penyimpanan, serta area penyimpanan tambahan di sekitar dashboard.

Untuk keluarga yang membutuhkan mobil listrik pertama dan sebagian besar aktivitasnya berada di dalam kota, Dolphin dapat menjadi salah satu model yang masuk daftar pencarian mobil bekas.

Namun, calon pembeli tetap perlu memeriksa kondisi baterai, riwayat servis, sistem pengisian daya, serta kondisi keseluruhan unit sebelum melakukan transaksi.

2. BYD Atto 3, SUV Listrik dengan Kabin Praktis

Jika membutuhkan kendaraan dengan posisi duduk lebih tinggi dan ruang yang lebih fleksibel, BYD Atto 3 dapat menjadi pilihan berikutnya.

Atto 3 merupakan SUV listrik yang mempunyai desain modern. Bagian interiornya juga memiliki karakter yang cukup berbeda dengan banyak kendaraan konvensional.

Pada model terbaru yang tercantum di situs BYD Indonesia, Atto 3 menggunakan layar infotainment 15,6 inci yang dapat diputar dan dilengkapi sistem jaringan kendaraan. Fitur tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat kabin terasa modern.

Dari sisi ruang penyimpanan, BYD mencatat kapasitas bagasi sekitar 440 liter dengan kursi belakang dalam posisi normal dan dapat berkembang hingga sekitar 1.340 liter ketika kursi dilipat. Angka tersebut memberikan fleksibilitas untuk membawa barang ketika bepergian bersama keluarga.

Atto 3 juga memiliki panoramic roof, wireless charging, serta fitur V2L pada varian tertentu. Dengan V2L, kendaraan dapat digunakan sebagai sumber listrik untuk perangkat eksternal dengan perangkat pendukung yang sesuai.

Bagi keluarga yang sering bepergian pada akhir pekan, fitur tersebut bisa menjadi tambahan yang menarik. Namun, penggunaannya tetap harus mengikuti kapasitas daya dan ketentuan sistem kendaraan.

Atto 3 juga menggunakan Blade Battery dan e-Platform 3.0. BYD menjelaskan bahwa Blade Battery menjadi salah satu teknologi utama yang digunakan pada kendaraan listriknya.

Dalam kondisi bekas, calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat tampilan eksterior. Pemeriksaan baterai, sistem pendingin, kaki-kaki, rem, ban, sistem infotainment, kamera, serta berbagai fitur elektronik juga penting dilakukan.

3. BYD M6, MPV Listrik yang Dirancang untuk Keluarga

Untuk kebutuhan keluarga yang lebih besar, BYD M6 menjadi salah satu model yang cukup menarik. Berbeda dengan Dolphin dan Atto 3 yang mengusung karakter hatchback serta SUV, M6 membawa format MPV listrik.

Model ini memang dikembangkan dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada kebutuhan keluarga. BYD menyediakan pilihan konfigurasi 6 atau 7 penumpang, sehingga konsumen dapat menyesuaikannya dengan jumlah anggota keluarga dan kebutuhan perjalanan.

Ruang kabin menjadi salah satu daya tarik utama M6. Desain kursinya dibuat untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang, sedangkan konfigurasi kursi yang fleksibel dapat membantu ketika pemilik membutuhkan ruang tambahan untuk membawa barang.

Atap panoramik juga tersedia untuk memberikan kesan kabin yang lebih terbuka. Sementara itu, bagian dashboard dilengkapi layar berukuran 12,8 inci yang dapat diputar untuk mengakses berbagai fungsi kendaraan dan hiburan.

Untuk keluarga yang sering melakukan perjalanan jauh, kemampuan mengatur konfigurasi kursi menjadi salah satu faktor yang cukup penting. MPV seperti M6 memungkinkan pengguna mengutamakan kapasitas penumpang atau ruang barang sesuai kebutuhan.

M6 juga memiliki fitur Vehicle-to-Load atau V2L, yang memungkinkan energi dari baterai digunakan untuk perangkat listrik eksternal dengan sistem yang sesuai. Fitur tersebut dapat berguna ketika melakukan aktivitas luar ruangan bersama keluarga.

Untuk pengisian daya, BYD mencantumkan kemampuan DC charging yang berbeda berdasarkan varian. Versi Superior menggunakan kemampuan hingga 115 kW, sementara Standard tercantum hingga 89 kW. Pengisian 30–80 persen diklaim dapat dilakukan sekitar 30 menit dalam kondisi yang sesuai.

Bagi pencari mobil BYD bekas, M6 menjadi salah satu model yang menarik karena formatnya sangat dekat dengan kebutuhan keluarga Indonesia: kabin luas, kapasitas penumpang banyak, serta penggerak listrik.

4. BYD Sealion 7, SUV Besar untuk Perjalanan Keluarga

Berikutnya adalah BYD Sealion 7, SUV listrik yang mempunyai ukuran lebih besar dibandingkan Atto 3.

Sealion 7 diperkenalkan di Indonesia pada 2025 dan menjadi bagian dari Ocean Series bersama Dolphin dan Seal. BYD menyebut model ini sebagai high SUV dengan desain yang mengambil inspirasi dari karakter laut.

Dengan panjang sekitar 4,83 meter dan wheelbase sekitar 2,93 meter, Sealion 7 menawarkan ruang kabin yang lebih lapang. Bagasi belakangnya memiliki kapasitas sekitar 500 liter dan dapat berkembang hingga 1.769 liter ketika kursi baris kedua dilipat. Di bagian depan juga terdapat ruang penyimpanan tambahan sebesar 58 liter.

Kapasitas tersebut memberikan fleksibilitas bagi keluarga yang membawa banyak barang saat perjalanan.

Interior Sealion 7 juga memiliki berbagai fitur yang mendukung kenyamanan. Salah satunya adalah panoramic glass roof dengan tirai elektrik. Tersedia pula wireless charging 50W dan ambient light dengan pilihan warna yang dapat disesuaikan.

Dari sisi teknologi, Sealion 7 menggunakan e-Platform 3.0 dan Blade Battery. Model ini juga mempunyai teknologi V2L dengan kemampuan hingga 3,3 kW.

Untuk keluarga yang menginginkan SUV listrik berukuran besar, Sealion 7 menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan MPV. Posisi duduknya lebih tinggi dan desainnya mengarah pada SUV coupe yang sporty.

Namun, dimensi yang besar juga perlu dipertimbangkan. Konsumen yang sering menggunakan mobil di jalan sempit atau area parkir terbatas sebaiknya mencoba kendaraan secara langsung sebelum membeli.

5. Denza D9, MPV Premium untuk Keluarga Besar

Model terakhir dalam daftar ini adalah Denza D9. Perlu dicatat, Denza bukan model yang menggunakan nama BYD secara langsung, melainkan sub-brand premium dalam keluarga BYD. Karena itu, D9 lebih tepat disebut sebagai kendaraan dari ekosistem BYD/Denza. BYD memperkenalkan Denza D9 kepada pasar Indonesia sebagai MPV listrik premium sejak 2024.

D9 memiliki konfigurasi 2+2+3, sehingga baris kedua menggunakan format captain seat. Konsep tersebut memberikan ruang dan kenyamanan lebih untuk penumpang, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan keluarga.

Denza bahkan memosisikan D9 sebagai MPV mewah untuk keluarga. Pada situs resmi Denza, D9 EV menawarkan berbagai fitur kenyamanan seperti kursi dengan pengaturan elektrik, sandaran kepala yang dapat disesuaikan, fungsi pijat, serta sistem audio 14 speaker Dynaudio.

Menariknya, perhatian terhadap kenyamanan tidak hanya diberikan kepada penumpang baris pertama dan kedua. Denza juga memberikan perhatian pada baris ketiga dengan ruang kaki dan area kepala yang cukup diperhatikan.

Untuk kendaraan keluarga besar, hal tersebut menjadi penting karena penumpang di baris belakang sering kali mendapatkan ruang paling terbatas pada MPV biasa.

Denza D9 EV juga menggunakan e-Platform 3.0 dan Blade Battery. Situs resmi Denza mencantumkan jarak tempuh hingga 600 km NEDC pada spesifikasi yang ditampilkan, serta akselerasi 0–100 km/jam dalam 6,9 detik.

Selain versi listrik, D9 juga tersedia dalam keluarga produk dengan teknologi DM-i, sehingga calon pembeli perlu memastikan jenis powertrain unit yang ingin dicari ketika melihat pasar bekas.

Apa yang Perlu Dicek Saat Membeli BYD Bekas?

Memilih mobil listrik bekas membutuhkan pemeriksaan yang sedikit berbeda dari mobil dengan mesin bensin.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi baterai. Jangan hanya melihat indikator persentase baterai di dashboard. Jika memungkinkan, mintalah pemeriksaan kesehatan baterai melalui sistem diagnostik atau bengkel yang memahami kendaraan listrik.

Selanjutnya, periksa riwayat pengisian daya dan servis. Tanyakan apakah mobil sering digunakan untuk perjalanan jauh, apakah pernah mengalami masalah charging, dan apakah pernah mendapatkan perbaikan pada sistem kelistrikan.

Bagian lain seperti suspensi, ban, rem, AC, kamera, sensor, layar infotainment, serta fitur keselamatan juga perlu diperiksa.

Untuk model keluarga seperti M6 dan D9, pemeriksaan interior juga penting. Pastikan semua kursi, sistem AC baris belakang, pintu elektrik jika tersedia, dan perangkat hiburan bekerja dengan normal.

Pilihan BYD Bekas untuk Berbagai Kebutuhan Keluarga

Kelima model tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik BYD memiliki karakter yang cukup beragam.

BYD Dolphin lebih kompak dan dapat diperhitungkan untuk keluarga kecil yang banyak melakukan aktivitas di perkotaan. BYD Atto 3 menawarkan format SUV dengan ruang bagasi dan kabin yang lebih fleksibel. BYD M6 membawa konsep MPV dengan pilihan enam atau tujuh tempat duduk sehingga dekat dengan kebutuhan keluarga besar.

Sementara itu, BYD Sealion 7 menawarkan format SUV berukuran besar dengan kapasitas ruang yang lebih lapang. Untuk konsumen yang mencari pengalaman lebih premium, Denza D9 membawa konfigurasi MPV mewah dengan captain seat dan berbagai fitur kenyamanan.

Pada akhirnya, memilih mobil listrik bekas bukan hanya soal mencari harga yang paling rendah. Kondisi baterai, riwayat kendaraan, kapasitas penumpang, kebutuhan perjalanan, akses charging, serta kelengkapan fitur perlu diperhitungkan bersama.

Dengan semakin banyaknya model yang tersedia di pasar, BYD bekas untuk keluarga kini menawarkan pilihan dari mobil kompak hingga MPV premium. Bagi calon pembeli, memahami karakter setiap model menjadi langkah penting agar kendaraan yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan mobilitas keluarga sehari-hari.