
Di tahun 2026, populasi kendaraan listrik (EV) semakin meningkat, dan salah satu pertanyaan paling umum adalah bagaimana cara menjaga kesehatan baterai (State of Health) agar tidak cepat aus. Berbeda dengan mesin bensin, baterai lithium-ion memiliki "karakter" unik yang memerlukan perhatian khusus dalam pengisian dan pemakaian.
Salah satu aturan emasnya adalah Metode 20-80. Usahakan untuk menjaga daya baterai di rentang 20% hingga 80%. Mengisi daya hingga penuh (100%) secara terus-menerus atau membiarkannya kosong hingga benar-benar habis dapat mempercepat degradasi sel baterai. Selain itu, meskipun fitur Fast Charging sangat membantu, usahakan tidak menggunakannya setiap hari. Arus listrik yang sangat besar dalam waktu singkat menghasilkan panas tinggi yang bisa membebani struktur kimia baterai dalam jangka panjang.
Manajemen suhu juga memegang peranan penting. Jika memungkinkan, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Suhu ekstrem (terlalu panas atau terlalu dingin) adalah musuh utama baterai. Mobil listrik modern memang memiliki sistem pendingin cair, namun menjaganya di lingkungan yang sejuk akan membantu sistem bekerja lebih ringan. Terakhir, jika mobil tidak akan digunakan dalam waktu lama, pastikan baterai berada di level sekitar 50% dan jangan biarkan terhubung ke pengisi daya terus-menerus untuk menjaga stabilitas kimia di dalamnya.