
Aspek keselamatan berkendara selalu menjadi landasan utama bagi Subaru dalam merancang setiap lini kendaraannya. Pada All New Subaru Forester generasi keenam, pabrikan asal Jepang ini tidak hanya mengandalkan kekuatan struktur sasis dalam melindungi penumpang, melainkan menyematkan benteng pertahanan aktif yang jauh lebih cerdas. Melalui sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut ( Advanced Driver Assistance System ) bernama Subaru EyeSight generasi terbaru, Forester dibekali kemampuan mendeteksi potensi bahaya di jalan raya dengan tingkat akurasi yang menyerupai mata manusia. Intervensi teknologi ini secara aktif meminimalkan risiko kecelakaan fatal di berbagai skenario berkendara harian.
Evolusi Teknologi Tiga Kamera: Stereo dan Monokuler Wide-Angle
Berbeda dengan sistem keselamatan aktif pada sebagian besar kompetitor SUV yang mengandalkan kombinasi sensor radar dan satu kamera, Subaru EyeSight sejak awal konsisten menggunakan kamera stereo yang dipasang di bagian atas kaca depan. Kamera stereo ini bekerja layaknya menampilkan mata manusia, yang mampu membedakan jarak objek, mendeteksi bentuk, serta mengukur kecepatan kendaraan di depan secara tiga dimensi dengan akurasi yang sangat tinggi.
Pada All New Subaru Forester terbaru, performa sistem ini ditingkatkan secara drastis lewat penambahan kamera ketiga, yaitu sebuah kamera monokuler bersudut lebar ( wide -angle ). Kehadiran kamera monokuler tambahan ini secara signifikan memperluas area pandang sistem EyeSight, terutama pada area horizontal dekat moncong mobil. Pembaruan ini memungkinkan sistem perangkat lunak untuk mendeteksi keberadaan pejalan kaki, pesepeda, atau kendaraan roda dua yang tiba-tiba muncul dari arah persimpangan jalan atau sudut buta secara jauh lebih responsif.
Pre-Collision Braking dan Adaptive Cruise Control yang Lebih Halus
Pilar utama dari fitur keselamatan EyeSight adalah Pre-Collision Braking System (rem darurat otomatis). Berkat pengiriman data visual yang lebih cepat dari kombinasi tiga kamera terbaru, sistem penghentian darurat ini kini mampu bekerja efektif dalam mencakup situasi yang lebih luas. Ketika sistem mendeteksi adanya tabrakan dengan kendaraan depan atau pejalan kaki yang melintasi jalan secara tiba-tiba, mobil akan memberikan peringatan visual dan suara. Jika pengemudi terlambat bereaksi, sistem secara otomatis akan melakukan pengereman penuh guna menghentikan mobil atau setidaknya mereduksi dampak benturan secara masif.
Peningkatan kenyamanan juga sangat terasa pada pengoperasian fitur Adaptive Cruise Control (ACC) dengan fungsi Lane Keep Assist . Berkat pembacaan marka jalan yang lebih presisi, mobil dapat melaju mengikuti ritme kendaraan di depan mulai dari kondisi macet total ( stop-and-go ) hingga kecepatan tinggi di jalan tol dengan pergerakan kemudi yang sangat halus. Karakter pengereman dan akselerasi otomatisnya kini tidak lagi terasa mengejutkan atau kejam, melainkan mencerminkan gaya berkendara seorang pengemudi profesional yang tenang.
Sistem Penghentian Mengemudi Darurat (EDSS) untuk Skenario Darurat
Satu fitur keselamatan revolusioner yang menjadi sorotan utama pada All New Subaru Forester generasi keenam adalah Emergency Driving Stop System (EDSS). Fitur pintar ini dirancang untuk mengantisipasi skenario terburuk di jalan raya, yaitu ketika pengemudi mengalami gangguan kesehatan mendadak secara medis (seperti pingsan atau serangan jantung) atau tertidur pulas saat fitur Adaptive Cruise Control sedang aktif.
Secara berkelanjutan, sensor pada kemudi dan kamera pemantau kabin akan mendeteksi respon pengemudi. Jika sistem mendeteksi tidak ada pergerakan setir atau input pedal dari pengemudi dalam jangka waktu tertentu, mobil akan mengeluarkan serangkaian peringatan suara yang keras dan kilatan lampu di panel instrumen. Apabila pengemudi tetap tidak memberikan respon, fitur EDSS secara otomatis akan menyalakan lampu hazard, membunyikan klakson secara intermiten untuk menghangatkan pengguna jalan lain, lalu secara perlahan mengurangi kecepatan hingga mobil berhenti total dengan aman di lajurnya guna mencegah terjadinya tabrakan beruntun yang fatal.